Komisi balap kelas premier di balapan MotoGP 2017 membuat peraturan baru. Yakni, menghapus sistem poin yang selama ini digunakan.Tujuan dari sistem yang sudah berlaku sejak 2003 lalu itu tidak diberlakukan lagi untuk memberikan konsistensi para pebalap.
Dilansir dari Speedcafe, hukuman di grid dan penarikan poin kejuaraan (sistem penalti sudah tidak digunakan). Namun, FIM MotoGP lewat Steward memiliki pilihan hukuman apabila terjadi kejadian yang tak terduga.
“Mempertimbangkan apabila FIM MotoGP Steward memiliki banyak pilihan hukuman, oleh karena itu tidak diperlukan lagi. Kini, poin Grand Prix telah ditarik,” bunyi pernyataan dari Komisi MotoGP.
Perihal hukuman di MotoGP, teringat insiden yang melibatkan Valentino Rossi (Movistar Yamaha) pada 2015. Kala itu, Rossi harus menjalani hukuman dengan menggeber YZR-M1 dari posisi buncit, karena di race sebelumnya ia diduga menjatuhkan Marc Marquez (Repsol Honda) di GP Malaysia.Keputusan pencoretan sistem poin ini dilakukan saat pertemuan di Sirkuit Losail, Qatar, pada 25 Maret 2017.
Kode 300 x 250
Dilansir dari Speedcafe, hukuman di grid dan penarikan poin kejuaraan (sistem penalti sudah tidak digunakan). Namun, FIM MotoGP lewat Steward memiliki pilihan hukuman apabila terjadi kejadian yang tak terduga.
“Mempertimbangkan apabila FIM MotoGP Steward memiliki banyak pilihan hukuman, oleh karena itu tidak diperlukan lagi. Kini, poin Grand Prix telah ditarik,” bunyi pernyataan dari Komisi MotoGP.
Perihal hukuman di MotoGP, teringat insiden yang melibatkan Valentino Rossi (Movistar Yamaha) pada 2015. Kala itu, Rossi harus menjalani hukuman dengan menggeber YZR-M1 dari posisi buncit, karena di race sebelumnya ia diduga menjatuhkan Marc Marquez (Repsol Honda) di GP Malaysia.Keputusan pencoretan sistem poin ini dilakukan saat pertemuan di Sirkuit Losail, Qatar, pada 25 Maret 2017.

